Thursday, November 7, 2013

Masih Membahas tentang INI

 Ingin lihat yang "ini" ?
atau mau yang "ini" ?
apa mau jadi yang seperti "ini" ?



Dari awal mulai masuknya internet di Indonesia, hal-hal seperti "ini" masih marak hingga sekarang. Internet yang bagaikan pedang bermata dua, apabila tidak digunakan dengan baik maka bisa merugikan kita sendiri.

Islam memperbolehkan umatnya melakukan apapun yang mereka inginkan, asal tidak melanggar syari'at-syari'at Islam. Termasuk penggunaan internet yang notabene diciptakan oleh kaum kafir, tetap diperbolehkan. Mengapa diperbolehkan?
Banyak sekali manfaat dan mudharat dari internet, kalau dituliskan disini nanti bisa-bisa posting isinya bahas itu aja. Namun saya akan memberikan sedikit gambaran saja tentang hal-hal tersebut. Bagaimana hal-hal seperti "ini" di atas bisa terjadi? Menurut saya karena kurangnya pengetahuan terhadap internet.
Kita ambil contoh sebuah kasus orang tua dan anak. Orang tua menganggap bahwa dengan Internet anaknya sudah bisa dapat kawan baru, maka mereka menyediakan layanan internet untuk anaknya. Tapi mereka tidak memikirkan bahwa masih banyak hal-hal di internet yang bisa menjerumuskan anak-anak mereka ke jalan yang salah, dan itu dapat diakses langsung oleh sang anak dengan bebasnya. Dengan common sense pun sebenarnya masuk akal juga, bayangkan apabila kita ingin menggunakan sesuatu yang baru pastinya kita harus belajar dulu minimal bagaimana mengoperasikannya dan merawatnya. Sama halnya dengan menggunakan internet, seharusnya kita harus mengerti dulu apa itu internet, bagaimana menggunakannya, dan yang penting adalah apa tujuan kita menggunakan internet. Allah SWT berfirman,

Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan“. (QS. Al Baqarah: 195).

 Allah telah membebaskan kita melakukan apapun, tetapi Allah juga memberikan batasan-batasan berupa syari'at Islam. Bahkan Allah juga mengingatkan hamba-Nya seperti firman Allah di atas. Subhanallah, betapa Mulianya Tuhan kita ini.

Dibalik semua keburukan dan hal-hal seperti "ini" di internet, banyak umat muslim yang mengambil kesempatan melalui internet untuk memanfaatkannya menjadi sarana menegakkan syari'at Islam. Para muslim di Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir memanfaatkan internet untuk membuat Islamic Hotline. Melalui Islamic Hotline ini, kita dapat melakukan panggilan telepon atau mengirim email berupa pertanyaan, tanggapan, atau apapun itu tentang Islam dan mereka akan menanggapinya dalam 48 jam.
"Bagilah ilmu pengetahuan dengan sahabatmu" , hal ini juga yang dilakukan banyak kaum muslim di internet yaitu membagi ilmu yang mereka miliki agar dapat diakses oleh orang-orang di seluruh dunia. Mulai dari mengupload video dakwah, membuat buku dan meresensi buku tentang Islam, dan semacamnya.
"Menuntut ilmu adalah wajib bagi kaum muslim". Hadits inilah yang menjadi salah satu alasan kenapa internet diperbolehkan bagi kaum muslim. Karena banyak sekali ilmu yang bisa kita peroleh dari internet. Dibandingkan mudharatnya, internet membawa lebih banyak manfaat menurut saya.

Maka, mengapa kita tidak menginginkan hal yang seperti "INI"?

atau yang "INI"?





Jadi, tentukan pilihanmu mau yang "ini" atau yang "INI"?

Saturday, September 21, 2013

How to Study How We Study

 Judulnya memang sedikit membingungkan, aneh, dll. tapi memang itu yang akan saya ulas kali ini. Belajar untuk mengerti bagaimana cara belajar kita. Siapa yang dalam setiap waktu belajar tidak pernah bosan, mengantuk, atau bahkan sampai tertidur? Saya kira semuanya pernah mengalami hal-hal tersebut saat belajar. Di sini, saya berusaha untuk membagi sedikit ilmu dan pengalaman saya dalam belajar.



Apa maksud gambar di atas? Mungkin banyak dari orang-orang yang berpikiran bahwa kerja keras adalah kunci sukses di masa depan. Memang kerja keras adalah salah satu kunci sukses, tapi apabila ada cara yang lebih baik, why not. Pada gambar di atas ada dua burung yang berusaha minum dari air di dalam sebuah toples. Burung yang pertama memasukkan banyak sekali batu ke dalam toples agar airnya bisa naik hingga ujung toples dan bisa diminum. Burung ini bekerja keras sekali agar dapat meminum air di dalam toples. Tetapi burung yang kedua menggunakan cara yang berbeda dari burung pertama. Dia menggunakan sedotan yang panjang untuk minum dari toples. Kedua burung ini memiliki tujuan yang sama, namun melakukannya dengan cara yang berbeda. Manakah cara yang menurut anda lebih enak? Ya, inilah yang membedakan kerja keras dengan kerja cerdas. Kerja keras juga akan membuahkan hasil, tetapi kita juga perlu mengerahkan tenaga lebih untuk mengerjakan sesuatunya. Dengan memulai untuk berpikir cerdas dan membiasakan diri bekerja cerdas, kita jadi lebih bisa untuk melakukan sesuatu dengan lebih cepat dengan usaha minimal. Selain itu dengan bekerja cerdas kita juga melatih diri untuk lebih kreatif dan berani berpikir beda, bahasa gaulnya out of the box.

Faktor lain yang memengaruhi kondisi belajar kita adalah Motivasi Belajar. Kebanyakan pelajar pada masa SMP hingga SMA dan bahkan kuliah belajar karena disuruh orang tua, dalam kata lain terpaksa, betul tidak? Untuk memotivasi diri kita juga perlu memperhatikan aspek-aspek tertentu agar motivasi yang kita buat itu sangat kuat dan cukup untuk membuat studi kita tamat dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Lalu, bagaimana caranya kita memotivasi diri? Apa sajakah yang perlu diperhatikan dalam memotivasi diri?
Yang pertama adalah kenali diri sendiri. Karena dengan mengenal diri sendiri, kita menjadi lebih tahu apa yang kita inginkan atau yang kita perlukan. Dan kita bisa menyelaraskan antara motivasi kita untuk belajar dengan visi hidup kita, apa yang perlu saya pelajari untuk mencapai visi saya. Dengan begitu kita tidak akan merasa terbebani dalam belajar, malahan kita akan merasa lebih enjoy atau bahkan menggebu-gebu untuk selalu belajar.
Yang kedua adalah tanggung jawab. Memang tanggung jawab seorang pelajar adalah untuk belajar. Tapi jangan jadikan itu sebagai beban, carilah sudut pandang yang lain untuk masalah tanggung jawab ini seperti, apabila anda bersekolah di institusional negara/negeri maka anda telah dibantu oleh negara dan apa yang bisa anda berikan untuk orang-orang yang telah membantu anda belajar. Tuntutlah ilmu setinggi mungkin dan berikan manfaatnya kepada orang-orang di sekitar anda, atau bahkan kepada bangsa.
Selanjutnya adalah menanamkan rasa optimis dan pantang menyerah. Belajar itu gampang gampang susah, terkadang menyenangkan tetapi bisa juga menjengkelkan ketika kita menemui jalan buntu saat belajar. Tetap optimis dan jangan menyerah adalah jawabannya, dan itu sudah dibuktikan oleh orang-orang hebat yang namanya hingga sekarang dikenal orang banyak seperti Einstein dan Thomas Alfa Edison, siapa yang tidak kenal dan tidak tahu cerita mereka. Mereka malah merubah kekurangan mereka menjadi sebuah motivasi yang luar biasa dan pada akhirnya menuntun mereka menemukan sesuatu yang berguna bagi masyarakat di seluruh dunia. Jika ingin menjadi orang luar biasa seperti mereka, dua sifat ini adalah hal yang esensial.
Tambahan yang lain adalah rayakan sukses yang telah tercapai. Hal ini bisa diartikan sebagai bentuk rasa syukur kita atas kesuksesan yang telah dicapai. Pada event ini juga bisa diadakan evaluasi dan juga perancangan tujuan selanjutnya. Jadi tidak ada ruginya merayakan sukses dengan berbagi bersama teman-teman dan orang-orang yang telah membantu anda meraih kesuksesan.

Satu faktor lagi yang sangat sangat memengaruhi kondisi belajar adalah lingkungan belajar. Mengenal lingkungan belajar kita dan mengkondisikannya senyaman mungkin adalah kiat sukses untuk belajar.  Pastinya tempat yang nyaman adalah syarat sah kita belajar. Lalu yang kedua adalah rileks/santai. Dalam kondisi yang tenang, kita akan dapat memahami lebih tentang apa yang sedang kita pelajari. Kondisi rileks seseorang juga tidak bisa disamakan dengan orang lain, ada yang merasa nyaman ketika mendengarkan lagu yang berdentum-dentum, ada juga yang merasa rileks dan nyaman ketika belajar ditengah kebisingan, ada juga yang harus belajar dengan suasana yang benar-benar sunyi. Itu tergantung pribadi masing-masing dan sebisa mungkin kondisikan belajar pada saat-saat anda benar-benar rileks. Keinginan untuk belajar juga berpengaruh dalam materi yang bisa kita serap saat belajar. Tetapi seringnya adalah kita memang diharuskan belajar meskipun kita tidak seberapa ingin. Maka dari itulah fungsi dari motivasi belajar tadi diperlukan, ambil kembali motivasi anda untuk belajar dan apabila motivasi anda kuat maka keinginan untuk belajar akan segera datang dan anda bisa belajar dengan hasil yang optimal.
Di tengah-tengah belajar pasti semua orang pernah merasa bosan. Itu adalah hal yang wajar karena konsentrasi akan menurun secara bertahap dan lama-kelamaan anda tidak akan bisa mengerti apa yang anda pelajari. Inilah saatnya untuk mengembalikan konsentrasi. Berdirilah dan berjalan-jalan keliling sebentar, mungkin segelas air putih juga bisa membantu, lalu kembali lagi untuk belajar. Atau mungkin ada yang jungkir balik untuk lebih cepat mengalirkan darah ke otak, itu pilihan anda, tujuan utamanya adalah mengembalikan konsentrasi untuk belajar.
Banyak orang yang menjadwalkan kapan mereka mulai belajar, tapi tidak memberi waktu berapa lama mereka akan belajar. Cobalah untuk menentukan saat selesai belajar agar anda juga bisa membuat target belajar jangka pendek. Jadi dalam jangka waktu yang anda tentukan tadi, apa saja yang anda ingin dapatkan. Hal ini bisa sangat membantu anda untuk mengatur waktu daan apabila anda adalah orang yang merencanakan kegiatan anda tiap hari, ini bisa menjaga jadwal anda tidak berantakan karena waktu belajar yang molor karena tidak efektif.

Itu saja yang bisa saya bagikan untuk anda. Ada beberapa hal yang sudah saya coba terapkan dalam kebiasaan belajar saya dan itu benar-benar membantu, dan saya harap juga bisa membantu anda menemukan cara belajar yang lebih baik. Sorry for the long post, hope that this would come in handy. ;)

Wednesday, September 18, 2013

Alasan untuk Menulis dan Tidak Menulis

Sebenarnya, ini tulisan orang galau


Dulu, waktu internet mulai marak di Indonesia, sempat terlintas di pikiranku untuk membuat blog. Tapi, kenapa baru sekarang?

Ingin saya membuat blog seperti teman-teman yang lain, biar ngeksis gitu sih. Ya maklum lah dulu waktu masih jaman SMP ya kan, masih pada labil, cuman pengen eksis TANPA TAHU EFEK SAMPINGNYA. Itulah yang akhirnya menahanku untuk membuat blog. Menurutku Facebook dan Friendster(yang rame pada masa itu) udah cukup.

Hidupku pun berlanjut, masuk ke dalam masa SMA. Di sana lebih banyak kutemui teman yang sudah nge-blog. Isinya juga beragam, ada yg hanya ngeksis seperti di SMP dulu, ada juga yang menginspirasi melalui tulisan-tulisannya dan memberikan pencerahan bagi banyak orang. Tiba-tiba dalam benakku muncul lagi rasa ingin untuk membuat blog pribadi. Tapi nanti malah lebih nggak terurus, buka Facebook juga jarang. Ya, masa-masa SMA yang sedang asyik berkegiatan ini itu, udah mulai berpikiran lebih luas lagi, dan mencari jati diri *katanya* jadinya nggak sempat ngurusin social media. Pada akhrinya, keinginan untuk membuat blog masih tetap berada pada tingkat menjadi keinginan.

Tibalah saatnya pendidikanku lanjut jenjang di bangku perkuliahan, kampusnya bergengsi, jurusannya Sistem Informasi pula *wuih*
Karena lingkup perkuliahan yang tidak pernah lepas dari yang namanya komputer, dan lapangan pekerjaan yang juga berkutat di bidang IT, akhirnya mengubah keinginanku untuk membuat blog menjadi sebuah kebutuhan (bilang aja tugas mas, mas). Tapi memang disini, dalam tahap pembelajaranku yang sekarang, waktunya diriku untuk belajar mengubah sebuah keinginan yang tidak dibutuhkan menjadi sebuah kebutuhan yang diinginkan.

Tuesday, September 17, 2013

The Winner, Be Happy

Outdoor Class, hooray!

Jadi, inilah salah satu alasan mengapa saya memilih Sistem Informasi. Outdoor class yang dilaksanakan rutin membuat saya menghilangkan kebosanan di perkuliahan. Baru seminggu sih, tapi yaa kalo lama-lama jadinya bosen juga kan.
Saat mulai kelas, mahasiswanya pada telat semua *maaf, mbak mas* gara-gara sholat semua. tapi minggu depan pasti beres kok. Mbak mas fasilitator KI, yang selanjutnya disebut mbak mas fasil, Outdoor pertama-tama memperkenalkan diri masing-masing. Setelah kelasnya lengkap langsung dimulai deh rangkaian pembelajaran, permainan, outbond, atau apapun itu lah. Oke, langsung aja ke preview kelas outdoor KI.


Be My Team

kelompok menangis sambil tertawa

Ini adalah awal dari kelas KI, semua anak kelas C dan D dibagi menjadi lima kelompok yang akan selalu bersama dalam satu semester ke depan. Cara pembagian kelompoknya unik sekali. Peserta disuruh menutup mata dan diberikan selembar kertas kecil yang berisikan kata yang nantinya kelompok akan ditentukan oleh siapa yang memegang kertas yang isinya sama. Setelah peserta membuka mata, peserta disuruh untuk mengekspresikan apa yang ada di kertas tersebut dan mencari kelompok dengan ekspresi yang sama. Ada yang cari kelompok sambil nangis-nangis, sambil marah-marah, bahkan ada yang tanpa ekspresi dan tetap bisa membentuk kelompok.

hasil dari ke kamar mandi

Ada juga anak yang tidak menemukan kelompoknya, bisa jadi karena dia tidak mengekspresikan perintah dengan baik atau tidak bisa membaca ekspresi teman lainnya. Jadi, yang salah siapa dong? bisa jadi bisa jadi bisa jadi.....


 Wis Wus

Habis dibentuk kelompok pastinya harus langsung kenal dong ya sama teman-teman satu kelompoknya. Disini, mbak mas fasil juga memfasilitasi (namanya juga fasillitator) perkenalan kelompok dengan game yang disebut Wis Wus. Apa sih Wis Wus itu?


Jadi, setiap kelompok diberikan satu bola pingpong yang nanti akan dilempar-lempar. Tapi sebelum melempar, orang yang memegang bola harus memperkenalkan diri terlebih dahulu dan mengatakan kata kuncinya,"Wis, bola ini saya lempar ke ..." dan menyebutkan nama orang yang akan dioperi bola tadi, otomatis harus kenalan dulu dong kalo nggak tau namanya.
Nah, setelah melempar bola lalu orang yang menerima bola juga harus mengatakan kata kunci lagi,"Wus, terima kasih bola telah saya terima dari ..." titik-titik diisi dengan nama orang yang melempar bola, dan orang yang melempar bola tadi telah menerima bola dari pelempar sebelumnya, dan pelempar sebelumnya, dan sebelumnya. *apes yang terakhir*
Lalu setelah menyebutkan kata kunci, kembali memperkenalkan diri dan melempar bola lagi ke orang yg lain. Begitu seterusnya sampai semua anggota kelompok sudah memegang bola.


NgeYell

Nggak afdhol rasanya kalau suatu kelompok nggak punya nama, betul tidak? Lagi-lagi mbak mas fasil memberikan tools untuk kami membuat nama dan lambang dari kelompok kami, serta membuat jargon dan yel-yel yang unik. Dalam waktu yang ditentukan, semua anggota kelompok harus membuat lambang dari kelompok masing-masing dan menghafal yel-yel untuk dipresentasikan ke depan kelompok lainnya.
lagi pada NgeYell di panggung plaza garden

Nama kelompoknya nggak hanya asal-asalan nama, tetapi harus memiliki nilai dan makna dalam nama tersebut. Karena waktunya terbatas, banyak kelompok yang namanya aneh-aneh, bahkan arti dari nama kelompoknya bikin ngakak. Ada yang Angry Bird memiliki tujuan lah, ada yang nyapa tembok lah *ngapain coba*. Ada juga yang maknanya bagus, hoki aja soalnya nama kelompoknya emang bermakna seperti 3G(Glow, Glory, Gold) dan keempat elemen dari kartun Avatar.


Scavenger Hunt

Udah capek habis NgeYell-NgeYell, sekarang kita kenalan-kenalan lagi tapi sama orang di kelompok yang lain. Di game ini setiap orang diberikan kertas berisikan tabel yang harus diisi oleh data dari orang yang akan kita ajak kenalan. Mbak mas fasilnya minta kenalan sama 20 orang (soalnya tabelnya ada 20 baris) dalam waktu yg dikit banget. Alhasil, pada waktu game dimulai udah deh pada lari-larian kemana-mana dan membuat plaza garden jadi ricuh. Meskipun begitu, ada yang bisa mendapatkan paling banyak 13 data orang lain, tapi nggak lewat kenalan *nggak sebut merek*,  sedangkan saya hanya bisa mengumpulkan 6 orang, paling nggak tau nama dan hafal wajah lah meskipun cuman 6, xixixi.


Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari permainan-permainan di atas, terutama dalam bagaimana bekerja dalam tim. Intinya kita harus mengasah kemampuan komunikasi kita dengan orang lain juga, tidak terlepas dari hakikat manusia sebagai makhluk sosial. Semoga ini dapat bermanfaat untuk yang baca tentunya, hehe. Dan jangan lupa buat rutin nyambangi blog ini karena masih banyak lagi yang akan dibahas, kay ;)

Friday, September 13, 2013

Hari Kuliah Pertama



BISMILLAH!!!                     <<nggak nyantai

Yak, karena ini adalah tulisan pertama saya di dunia maya – sepertinya di dunia nyata juga – jadi mohon diampuni kalau masih kaku dan rada garing yee.......
Oke, introductionnya cukup minta maaf saja. Kita langsung menuju pokok bahasan *kyk bahasa Indonesia aja*

Pada hari pertama kuliah, yaitu hari Senin tanggal 9 Agustus 2013, dijadwalkan saya mendapatkan mata kuliah KETRAMPILAN INTERPERSONAL dan gabungan antara kelas C dan D (saya di kelas D, fyi). Tapi ternyata setelah 45 menit di kelas yang penuh sesak dengan manusia yang mengeluarkan CO2 yang membuat ruang kelas menjadi panas, saya dan si future ketua kelas pada saat itu pergi ke TU untuk mencari dosen. Dan ternyata hasilnya adalah,”oh mas, ini jadwal kalian seharusnya outdoor dan dosennya tadi bilang sama saya kalau nggak ada dulu hari ini”  *nyesek*

Yasudah, akhirnya hari peeertama banget kuliah dan mata kuliah yang peeertama banget ditunda di hari selanjutnya. Di hari Selasa akhirnya masuk juga pagi jam 07.00 dan bu dosen pun muncul tidak sebentar kemudian. Setelah bu dosen saya yang cantik, beneran kok bu, Bu Raras Tyasnurita, S.Kom., MBA mulai untuk mengenalkan diri. Dan entah kenapa yang sudah nge-blog kok pada dari dosen satunya ya... Ayo mana pasukannya Bu Raras?!!
 Masuklah kita ke inti acara, KETRAMPILAN INTERPERSONAL(lebih populer KI, untuk semester 1). Apa sih KI itu? Katanya ibunya sih melatih kita buat bertingkah dan bersikap berbeda, tapi konotasinya positif, tapi ibunya membolehkan telat juga sih alasannya soalnya berbeda juga. Nggak nggak, yang dimaksud adalah berani tampil di depan publik, berani memimpin dalam kelompok, dan – masih banyak sebenernya tapi ini dulu deh – berpenampilan yang baik dan benar. Oh iya, tidak lupa juga beliau mengharuskan kelas KI saya untuk mengenakan pakaian formal (kemeja berdasi untuk laki-laki dan celana kain serta sepatu vantofel) setiap kelas indoor. *nah lo, bukan gue banget itu**deg-degan setengah mati*

Banyak juga mas-mas dan mbak-mbak yang pemikiran pertamanya sama seperti saya, bukan gue banget, dan banyak juga yang bilang KI itu menyiksa. Tapi menurut saya pribadi, saya mau mencoba. Kalau memang hal ini bisa dipelajari dan dilatih, saya adalah orang pertama yang antre di barisan depan untuk beli tiketnya. *apa banget*
Jadi begitulah pengenalan dari Bu Raras tentang kelas KI pada semester awal ini. Berikutnya saya juga akan mempelajari Ketrampilan Intrapersonal juga(sama-sama KI). Jadi bakalan banyak info selanjutnya tentang lifeskill yang sangat sangat sangat berharga ini.

So, wait for it

and stay updated ;)