Judulnya memang sedikit membingungkan, aneh, dll. tapi memang itu yang akan saya ulas kali ini. Belajar untuk mengerti bagaimana cara belajar kita. Siapa yang dalam setiap waktu belajar tidak pernah bosan, mengantuk, atau bahkan sampai tertidur? Saya kira semuanya pernah mengalami hal-hal tersebut saat belajar. Di sini, saya berusaha untuk membagi sedikit ilmu dan pengalaman saya dalam belajar.
Apa maksud gambar di atas? Mungkin banyak dari orang-orang yang berpikiran bahwa kerja keras adalah kunci sukses di masa depan. Memang kerja keras adalah salah satu kunci sukses, tapi apabila ada cara yang lebih baik, why not. Pada gambar di atas ada dua burung yang berusaha minum dari air di dalam sebuah toples. Burung yang pertama memasukkan banyak sekali batu ke dalam toples agar airnya bisa naik hingga ujung toples dan bisa diminum. Burung ini bekerja keras sekali agar dapat meminum air di dalam toples. Tetapi burung yang kedua menggunakan cara yang berbeda dari burung pertama. Dia menggunakan sedotan yang panjang untuk minum dari toples. Kedua burung ini memiliki tujuan yang sama, namun melakukannya dengan cara yang berbeda. Manakah cara yang menurut anda lebih enak? Ya, inilah yang membedakan kerja keras dengan kerja cerdas. Kerja keras juga akan membuahkan hasil, tetapi kita juga perlu mengerahkan tenaga lebih untuk mengerjakan sesuatunya. Dengan memulai untuk berpikir cerdas dan membiasakan diri bekerja cerdas, kita jadi lebih bisa untuk melakukan sesuatu dengan lebih cepat dengan usaha minimal. Selain itu dengan bekerja cerdas kita juga melatih diri untuk lebih kreatif dan berani berpikir beda, bahasa gaulnya out of the box.
Faktor lain yang memengaruhi kondisi belajar kita adalah Motivasi Belajar. Kebanyakan pelajar pada masa SMP hingga SMA dan bahkan kuliah belajar karena disuruh orang tua, dalam kata lain terpaksa, betul tidak? Untuk memotivasi diri kita juga perlu memperhatikan aspek-aspek tertentu agar motivasi yang kita buat itu sangat kuat dan cukup untuk membuat studi kita tamat dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Lalu, bagaimana caranya kita memotivasi diri? Apa sajakah yang perlu diperhatikan dalam memotivasi diri?
Yang pertama adalah kenali diri sendiri. Karena dengan mengenal diri sendiri, kita menjadi lebih tahu apa yang kita inginkan atau yang kita perlukan. Dan kita bisa menyelaraskan antara motivasi kita untuk belajar dengan visi hidup kita, apa yang perlu saya pelajari untuk mencapai visi saya. Dengan begitu kita tidak akan merasa terbebani dalam belajar, malahan kita akan merasa lebih enjoy atau bahkan menggebu-gebu untuk selalu belajar.
Yang kedua adalah tanggung jawab. Memang tanggung jawab seorang pelajar adalah untuk belajar. Tapi jangan jadikan itu sebagai beban, carilah sudut pandang yang lain untuk masalah tanggung jawab ini seperti, apabila anda bersekolah di institusional negara/negeri maka anda telah dibantu oleh negara dan apa yang bisa anda berikan untuk orang-orang yang telah membantu anda belajar. Tuntutlah ilmu setinggi mungkin dan berikan manfaatnya kepada orang-orang di sekitar anda, atau bahkan kepada bangsa.
Selanjutnya adalah menanamkan rasa optimis dan pantang menyerah. Belajar itu gampang gampang susah, terkadang menyenangkan tetapi bisa juga menjengkelkan ketika kita menemui jalan buntu saat belajar. Tetap optimis dan jangan menyerah adalah jawabannya, dan itu sudah dibuktikan oleh orang-orang hebat yang namanya hingga sekarang dikenal orang banyak seperti Einstein dan Thomas Alfa Edison, siapa yang tidak kenal dan tidak tahu cerita mereka. Mereka malah merubah kekurangan mereka menjadi sebuah motivasi yang luar biasa dan pada akhirnya menuntun mereka menemukan sesuatu yang berguna bagi masyarakat di seluruh dunia. Jika ingin menjadi orang luar biasa seperti mereka, dua sifat ini adalah hal yang esensial.
Tambahan yang lain adalah rayakan sukses yang telah tercapai. Hal ini bisa diartikan sebagai bentuk rasa syukur kita atas kesuksesan yang telah dicapai. Pada event ini juga bisa diadakan evaluasi dan juga perancangan tujuan selanjutnya. Jadi tidak ada ruginya merayakan sukses dengan berbagi bersama teman-teman dan orang-orang yang telah membantu anda meraih kesuksesan.
Satu faktor lagi yang sangat sangat memengaruhi kondisi belajar adalah lingkungan belajar. Mengenal lingkungan belajar kita dan mengkondisikannya senyaman mungkin adalah kiat sukses untuk belajar. Pastinya tempat yang nyaman adalah syarat sah kita belajar. Lalu yang kedua adalah rileks/santai. Dalam kondisi yang tenang, kita akan dapat memahami lebih tentang apa yang sedang kita pelajari. Kondisi rileks seseorang juga tidak bisa disamakan dengan orang lain, ada yang merasa nyaman ketika mendengarkan lagu yang berdentum-dentum, ada juga yang merasa rileks dan nyaman ketika belajar ditengah kebisingan, ada juga yang harus belajar dengan suasana yang benar-benar sunyi. Itu tergantung pribadi masing-masing dan sebisa mungkin kondisikan belajar pada saat-saat anda benar-benar rileks. Keinginan untuk belajar juga berpengaruh dalam materi yang bisa kita serap saat belajar. Tetapi seringnya adalah kita memang diharuskan belajar meskipun kita tidak seberapa ingin. Maka dari itulah fungsi dari motivasi belajar tadi diperlukan, ambil kembali motivasi anda untuk belajar dan apabila motivasi anda kuat maka keinginan untuk belajar akan segera datang dan anda bisa belajar dengan hasil yang optimal.
Di tengah-tengah belajar pasti semua orang pernah merasa bosan. Itu adalah hal yang wajar karena konsentrasi akan menurun secara bertahap dan lama-kelamaan anda tidak akan bisa mengerti apa yang anda pelajari. Inilah saatnya untuk mengembalikan konsentrasi. Berdirilah dan berjalan-jalan keliling sebentar, mungkin segelas air putih juga bisa membantu, lalu kembali lagi untuk belajar. Atau mungkin ada yang jungkir balik untuk lebih cepat mengalirkan darah ke otak, itu pilihan anda, tujuan utamanya adalah mengembalikan konsentrasi untuk belajar.
Banyak orang yang menjadwalkan kapan mereka mulai belajar, tapi tidak memberi waktu berapa lama mereka akan belajar. Cobalah untuk menentukan saat selesai belajar agar anda juga bisa membuat target belajar jangka pendek. Jadi dalam jangka waktu yang anda tentukan tadi, apa saja yang anda ingin dapatkan. Hal ini bisa sangat membantu anda untuk mengatur waktu daan apabila anda adalah orang yang merencanakan kegiatan anda tiap hari, ini bisa menjaga jadwal anda tidak berantakan karena waktu belajar yang molor karena tidak efektif.
Itu saja yang bisa saya bagikan untuk anda. Ada beberapa hal yang sudah saya coba terapkan dalam kebiasaan belajar saya dan itu benar-benar membantu, dan saya harap juga bisa membantu anda menemukan cara belajar yang lebih baik. Sorry for the long post, hope that this would come in handy. ;)
Saturday, September 21, 2013
Wednesday, September 18, 2013
Alasan untuk Menulis dan Tidak Menulis
Sebenarnya, ini tulisan orang galau
Dulu, waktu internet mulai marak di Indonesia, sempat terlintas di pikiranku untuk membuat blog. Tapi, kenapa baru sekarang?
Ingin saya membuat blog seperti
teman-teman yang lain, biar ngeksis gitu sih. Ya maklum lah dulu waktu masih
jaman SMP ya kan, masih pada labil, cuman pengen eksis TANPA TAHU EFEK
SAMPINGNYA. Itulah yang akhirnya menahanku untuk membuat blog. Menurutku Facebook
dan Friendster(yang rame pada masa itu) udah cukup.
Hidupku pun berlanjut, masuk ke
dalam masa SMA. Di sana lebih banyak kutemui teman yang sudah nge-blog. Isinya juga
beragam, ada yg hanya ngeksis seperti di SMP dulu, ada juga yang menginspirasi
melalui tulisan-tulisannya dan memberikan pencerahan bagi banyak orang.
Tiba-tiba dalam benakku muncul lagi rasa ingin untuk membuat blog pribadi. Tapi
nanti malah lebih nggak terurus, buka Facebook juga jarang. Ya, masa-masa SMA
yang sedang asyik berkegiatan ini itu, udah mulai berpikiran lebih luas lagi,
dan mencari jati diri *katanya*
jadinya nggak sempat ngurusin social media. Pada akhrinya, keinginan untuk
membuat blog masih tetap berada pada tingkat menjadi keinginan.
Tibalah saatnya pendidikanku
lanjut jenjang di bangku perkuliahan, kampusnya bergengsi, jurusannya Sistem
Informasi pula *wuih*
Karena lingkup perkuliahan yang tidak pernah lepas dari yang
namanya komputer, dan lapangan pekerjaan yang juga berkutat di bidang IT,
akhirnya mengubah keinginanku untuk membuat blog menjadi sebuah kebutuhan
(bilang aja tugas mas, mas). Tapi memang disini, dalam tahap pembelajaranku
yang sekarang, waktunya diriku untuk belajar mengubah sebuah keinginan yang
tidak dibutuhkan menjadi sebuah kebutuhan yang diinginkan.
Tuesday, September 17, 2013
The Winner, Be Happy
Jadi, inilah salah satu alasan mengapa saya memilih Sistem Informasi. Outdoor class yang dilaksanakan rutin membuat saya menghilangkan kebosanan di perkuliahan. Baru seminggu sih, tapi yaa kalo lama-lama jadinya bosen juga kan.
Saat mulai kelas, mahasiswanya pada telat semua *maaf, mbak mas* gara-gara sholat semua. tapi minggu depan pasti beres kok. Mbak mas fasilitator KI, yang selanjutnya disebut mbak mas fasil, Outdoor pertama-tama memperkenalkan diri masing-masing. Setelah kelasnya lengkap langsung dimulai deh rangkaian pembelajaran, permainan, outbond, atau apapun itu lah. Oke, langsung aja ke preview kelas outdoor KI.
Be My Team
![]() | ||
| kelompok menangis sambil tertawa |
Ini adalah awal dari kelas KI, semua anak kelas C dan D dibagi menjadi lima kelompok yang akan selalu bersama dalam satu semester ke depan. Cara pembagian kelompoknya unik sekali. Peserta disuruh menutup mata dan diberikan selembar kertas kecil yang berisikan kata yang nantinya kelompok akan ditentukan oleh siapa yang memegang kertas yang isinya sama. Setelah peserta membuka mata, peserta disuruh untuk mengekspresikan apa yang ada di kertas tersebut dan mencari kelompok dengan ekspresi yang sama. Ada yang cari kelompok sambil nangis-nangis, sambil marah-marah, bahkan ada yang tanpa ekspresi dan tetap bisa membentuk kelompok.
![]() |
| hasil dari ke kamar mandi |
Ada juga anak yang tidak menemukan kelompoknya, bisa jadi karena dia tidak mengekspresikan perintah dengan baik atau tidak bisa membaca ekspresi teman lainnya. Jadi, yang salah siapa dong? bisa jadi bisa jadi bisa jadi.....
Wis Wus
Habis dibentuk kelompok pastinya harus langsung kenal dong ya sama teman-teman satu kelompoknya. Disini, mbak mas fasil juga memfasilitasi (namanya juga fasillitator) perkenalan kelompok dengan game yang disebut Wis Wus. Apa sih Wis Wus itu?
Jadi, setiap kelompok diberikan satu bola pingpong yang nanti akan dilempar-lempar. Tapi sebelum melempar, orang yang memegang bola harus memperkenalkan diri terlebih dahulu dan mengatakan kata kuncinya,"Wis, bola ini saya lempar ke ..." dan menyebutkan nama orang yang akan dioperi bola tadi, otomatis harus kenalan dulu dong kalo nggak tau namanya.
Nah, setelah melempar bola lalu orang yang menerima bola juga harus mengatakan kata kunci lagi,"Wus, terima kasih bola telah saya terima dari ..." titik-titik diisi dengan nama orang yang melempar bola, dan orang yang melempar bola tadi telah menerima bola dari pelempar sebelumnya, dan pelempar sebelumnya, dan sebelumnya. *apes yang terakhir*
Lalu setelah menyebutkan kata kunci, kembali memperkenalkan diri dan melempar bola lagi ke orang yg lain. Begitu seterusnya sampai semua anggota kelompok sudah memegang bola.
NgeYell
Nggak afdhol rasanya kalau suatu kelompok nggak punya nama, betul tidak? Lagi-lagi mbak mas fasil memberikan tools untuk kami membuat nama dan lambang dari kelompok kami, serta membuat jargon dan yel-yel yang unik. Dalam waktu yang ditentukan, semua anggota kelompok harus membuat lambang dari kelompok masing-masing dan menghafal yel-yel untuk dipresentasikan ke depan kelompok lainnya.![]() |
| lagi pada NgeYell di panggung plaza garden |
Nama kelompoknya nggak hanya asal-asalan nama, tetapi harus memiliki nilai dan makna dalam nama tersebut. Karena waktunya terbatas, banyak kelompok yang namanya aneh-aneh, bahkan arti dari nama kelompoknya bikin ngakak. Ada yang Angry Bird memiliki tujuan lah, ada yang nyapa tembok lah *ngapain coba*. Ada juga yang maknanya bagus, hoki aja soalnya nama kelompoknya emang bermakna seperti 3G(Glow, Glory, Gold) dan keempat elemen dari kartun Avatar.
Scavenger Hunt
Udah capek habis NgeYell-NgeYell, sekarang kita kenalan-kenalan lagi tapi sama orang di kelompok yang lain. Di game ini setiap orang diberikan kertas berisikan tabel yang harus diisi oleh data dari orang yang akan kita ajak kenalan. Mbak mas fasilnya minta kenalan sama 20 orang (soalnya tabelnya ada 20 baris) dalam waktu yg dikit banget. Alhasil, pada waktu game dimulai udah deh pada lari-larian kemana-mana dan membuat plaza garden jadi ricuh. Meskipun begitu, ada yang bisa mendapatkan paling banyak 13 data orang lain, tapi nggak lewat kenalan *nggak sebut merek*, sedangkan saya hanya bisa mengumpulkan 6 orang, paling nggak tau nama dan hafal wajah lah meskipun cuman 6, xixixi.Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari permainan-permainan di atas, terutama dalam bagaimana bekerja dalam tim. Intinya kita harus mengasah kemampuan komunikasi kita dengan orang lain juga, tidak terlepas dari hakikat manusia sebagai makhluk sosial. Semoga ini dapat bermanfaat untuk yang baca tentunya, hehe. Dan jangan lupa buat rutin nyambangi blog ini karena masih banyak lagi yang akan dibahas, kay ;)
Friday, September 13, 2013
Hari Kuliah Pertama
BISMILLAH!!! <<nggak
nyantai
Yak, karena ini adalah tulisan
pertama saya di dunia maya – sepertinya di dunia nyata juga – jadi mohon
diampuni kalau masih kaku dan rada garing yee.......
Oke, introductionnya cukup minta maaf saja. Kita langsung
menuju pokok bahasan *kyk bahasa Indonesia aja*
Pada hari pertama kuliah, yaitu hari Senin tanggal 9 Agustus
2013, dijadwalkan saya mendapatkan mata kuliah KETRAMPILAN INTERPERSONAL dan
gabungan antara kelas C dan D (saya di kelas D, fyi). Tapi ternyata setelah 45
menit di kelas yang penuh sesak dengan manusia yang mengeluarkan CO2 yang
membuat ruang kelas menjadi panas, saya dan si future ketua kelas pada saat itu pergi ke TU untuk mencari dosen. Dan
ternyata hasilnya adalah,”oh mas, ini jadwal kalian seharusnya outdoor dan
dosennya tadi bilang sama saya kalau nggak ada dulu hari ini” *nyesek*
Yasudah, akhirnya hari peeertama banget kuliah dan mata
kuliah yang peeertama banget ditunda di hari selanjutnya. Di hari Selasa
akhirnya masuk juga pagi jam 07.00 dan bu dosen pun muncul tidak sebentar
kemudian. Setelah bu dosen saya yang cantik, beneran kok bu, Bu Raras Tyasnurita, S.Kom., MBA mulai
untuk mengenalkan diri. Dan entah kenapa yang sudah nge-blog kok pada dari
dosen satunya ya... Ayo mana pasukannya Bu Raras?!!
Masuklah kita ke inti
acara, KETRAMPILAN INTERPERSONAL(lebih populer KI, untuk semester 1). Apa
sih KI itu? Katanya ibunya sih melatih kita buat bertingkah dan bersikap
berbeda, tapi konotasinya positif, tapi ibunya membolehkan telat juga sih
alasannya soalnya berbeda juga. Nggak nggak, yang dimaksud adalah berani tampil
di depan publik, berani memimpin dalam kelompok, dan – masih banyak sebenernya
tapi ini dulu deh – berpenampilan yang baik dan benar. Oh iya, tidak lupa juga
beliau mengharuskan kelas KI saya untuk mengenakan pakaian formal (kemeja
berdasi untuk laki-laki dan celana kain serta sepatu vantofel) setiap kelas
indoor. *nah lo, bukan gue banget itu**deg-degan setengah mati*
Banyak juga mas-mas dan mbak-mbak yang pemikiran pertamanya
sama seperti saya, bukan gue banget, dan banyak juga yang bilang KI itu
menyiksa. Tapi menurut saya pribadi, saya mau mencoba. Kalau memang hal ini
bisa dipelajari dan dilatih, saya adalah orang pertama yang antre di barisan
depan untuk beli tiketnya. *apa banget*
Jadi begitulah pengenalan dari Bu Raras tentang kelas KI
pada semester awal ini. Berikutnya saya juga akan mempelajari Ketrampilan Intrapersonal juga(sama-sama
KI). Jadi bakalan banyak info selanjutnya tentang lifeskill yang sangat sangat sangat berharga ini.
So, wait for it
and stay updated ;)
Subscribe to:
Posts (Atom)





