Jadi, inilah salah satu alasan mengapa saya memilih Sistem Informasi. Outdoor class yang dilaksanakan rutin membuat saya menghilangkan kebosanan di perkuliahan. Baru seminggu sih, tapi yaa kalo lama-lama jadinya bosen juga kan.
Saat mulai kelas, mahasiswanya pada telat semua *maaf, mbak mas* gara-gara sholat semua. tapi minggu depan pasti beres kok. Mbak mas fasilitator KI, yang selanjutnya disebut mbak mas fasil, Outdoor pertama-tama memperkenalkan diri masing-masing. Setelah kelasnya lengkap langsung dimulai deh rangkaian pembelajaran, permainan, outbond, atau apapun itu lah. Oke, langsung aja ke preview kelas outdoor KI.
Be My Team
 |
| kelompok menangis sambil tertawa |
|
|
Ini adalah awal dari kelas KI, semua anak kelas C dan D dibagi menjadi lima kelompok yang akan selalu bersama dalam satu semester ke depan. Cara pembagian kelompoknya unik sekali. Peserta disuruh menutup mata dan diberikan selembar kertas kecil yang berisikan kata yang nantinya kelompok akan ditentukan oleh siapa yang memegang kertas yang isinya sama. Setelah peserta membuka mata, peserta disuruh untuk mengekspresikan apa yang ada di kertas tersebut dan mencari kelompok dengan ekspresi yang sama. Ada yang cari kelompok sambil nangis-nangis, sambil marah-marah, bahkan ada yang tanpa ekspresi dan tetap bisa membentuk kelompok.
 |
| hasil dari ke kamar mandi |
Ada juga anak yang tidak menemukan kelompoknya, bisa jadi karena dia tidak mengekspresikan perintah dengan baik atau tidak bisa membaca ekspresi teman lainnya. Jadi, yang salah siapa dong? bisa jadi bisa jadi bisa jadi.....
Wis Wus
Habis dibentuk kelompok pastinya harus langsung kenal dong ya sama teman-teman satu kelompoknya. Disini, mbak mas fasil juga memfasilitasi (namanya juga fasillitator) perkenalan kelompok dengan game yang disebut Wis Wus. Apa sih Wis Wus itu?

Jadi, setiap kelompok diberikan satu bola pingpong yang nanti akan dilempar-lempar. Tapi sebelum melempar, orang yang memegang bola harus memperkenalkan diri terlebih dahulu dan mengatakan kata kuncinya,"Wis, bola ini saya lempar ke ..." dan menyebutkan nama orang yang akan dioperi bola tadi, otomatis harus kenalan dulu dong kalo nggak tau namanya.
Nah, setelah melempar bola lalu orang yang menerima bola juga harus mengatakan kata kunci lagi,"Wus, terima kasih bola telah saya terima dari ..." titik-titik diisi dengan nama orang yang melempar bola, dan orang yang melempar bola tadi telah menerima bola dari pelempar sebelumnya, dan pelempar sebelumnya, dan sebelumnya. *apes yang terakhir*
Lalu setelah menyebutkan kata kunci, kembali memperkenalkan diri dan melempar bola lagi ke orang yg lain. Begitu seterusnya sampai semua anggota kelompok sudah memegang bola.
NgeYell
Nggak afdhol rasanya kalau suatu kelompok nggak punya nama, betul tidak? Lagi-lagi mbak mas fasil memberikan tools untuk kami membuat nama dan lambang dari kelompok kami, serta membuat jargon dan yel-yel yang unik. Dalam waktu yang ditentukan, semua anggota kelompok harus membuat lambang dari kelompok masing-masing dan menghafal yel-yel untuk dipresentasikan ke depan kelompok lainnya.
 |
| lagi pada NgeYell di panggung plaza garden |
Nama kelompoknya nggak hanya asal-asalan nama, tetapi harus memiliki nilai dan makna dalam nama tersebut. Karena waktunya terbatas, banyak kelompok yang namanya aneh-aneh, bahkan arti dari nama kelompoknya bikin ngakak. Ada yang Angry Bird memiliki tujuan lah, ada yang nyapa tembok lah *ngapain coba*. Ada juga yang maknanya bagus, hoki aja soalnya nama kelompoknya emang bermakna seperti 3G(Glow, Glory, Gold) dan keempat elemen dari kartun Avatar.
Scavenger Hunt
Udah capek habis NgeYell-NgeYell, sekarang kita kenalan-kenalan lagi tapi sama orang di kelompok yang lain. Di game ini setiap orang diberikan kertas berisikan tabel yang harus diisi oleh data dari orang yang akan kita ajak kenalan. Mbak mas fasilnya minta kenalan sama 20 orang (soalnya tabelnya ada 20 baris) dalam waktu yg dikit banget. Alhasil, pada waktu game dimulai udah deh pada lari-larian kemana-mana dan membuat plaza garden jadi ricuh. Meskipun begitu, ada yang bisa mendapatkan paling banyak 13 data orang lain, tapi nggak lewat kenalan *nggak sebut merek*, sedangkan saya hanya bisa mengumpulkan 6 orang, paling nggak tau nama dan hafal wajah lah meskipun cuman 6, xixixi.
Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari permainan-permainan di atas, terutama dalam bagaimana bekerja dalam tim. Intinya kita harus mengasah kemampuan komunikasi kita dengan orang lain juga, tidak terlepas dari hakikat manusia sebagai makhluk sosial. Semoga ini dapat bermanfaat untuk yang baca tentunya, hehe. Dan jangan lupa buat rutin nyambangi blog ini karena masih banyak lagi yang akan dibahas, kay ;)
2 comments:
What the Cool article, lak.
bahasanya makin asik, cara nulisnya juga bikin yg baca penasaran sama mata kuliahnya :" ho ho ho sawangane seru..........
Post a Comment